Sebuah kisah tentang seekor burung camar
yang luar biasa. Burung camar yang selalu hidup di pantai dan
mendapatkan makanan dari sisa nelayan yang membuang ikan busuk di
pinggir pantai, merasa bahwa hidupnya akan terus seperti itu. Semua
kumpulan burung camar selalu menikmati hidup yang selalu seperti itu
setiap harinya. Namun tidak begitu terhadap seekor burung camar
jonathan, ia adalah seekor burung yang bagi banyak burung camar lainnya
adalah burung yang lemah, karena tidak bisa berebut makanan sisa ikan
busuk yang ditinggalkan para nelayan.
Suatu hari seperti biasa burung camar
jonathan melihat kawan dan semua kumpulan burung camar lainnya berebut
makanan di tepi pantai.. lantas ia pun berpikir, “ aku harus melakukan
sesuatu, kalau tidak aku bisa mati kelaparan dan aku tidak mau hanya
mengharapkan belas kasihan sang nelayan, dengan memberikan ikan yang
busuk. Aku harus mendapatkan ikan yang segar!!! Yes!!
Semangat burung camar jonathan muncul
ketika melihat semua kumpulannya hanya mampu mendapatkan ikan busuk dari
sang nelayan, sebenarnya ia kasihan melihat kumpulannya, kenapa mereka
hanya mengharapkan ikan busuk dari sang nelayan? “ bagaimana kalau sang
nelayan sudah tidak melaut lagi hanya karena cuaca buruk atau pindah
propesi, maka kumpulan burung camar pastinya akan mati kelaparan.
Maka hal yang utama yang harus dilakukan
burung camar jonathan adalah mampu terbang setinggi-tingginya dan ini
belum pernah mampu dilakukan oleh kumpulan burung camar lainnya. Ia pun
menahan lapar dan terus berlatih terbang setinggi-tingginya, semua kawan
dan keluarganya mengejek, mencaci, cemooh dan menasehati sampai ada
yang mengatakan ia gila. Namun ia tidak peduli. Berulang-ulang ia
mencoba, beberapa kali ia jatuh kelaut, semua burung camar
menertawakannya, karena bagi kumpulan burung camar, jatuh kelaut adalah
hal yang sangat MEMALUKAN.
Berhari-hari ia terus melatih ketinggian
terbangnya dan sampailah ia pada tinggi yang telah dituju, maka ia pun
langsung memutar badannya dan melesat seperti roket mengarah kelaut, apa
sebenarnya yang ia tuju, adalah bagaimana ia bias mencari makanan ikan
segar sendiri kedasar lautan dan akhirnya ia pun berhasil. Sungguh
sesuatu yang lauar biasa, semua kumpulan burung camar terheran-heran
dengan apa yang telah ia capai. Beberapa bulan kemudian cuaca tidak lagi
bersahabat, para nelayan tidak lagi kelaut, bahkan sebagian ada yang
menjadi petani dan keladang untuk meneruskan hidup. Pantaipun sepi
karena ombak yang begitu besar, kumpulan burung camar mulai bombing dan
resah. Namun tidak begitu dengan sang burung jonathan yang bias hidup
tenang menikmati usaha yang telah di raih.
Sahabat… apabila kita mau sedikit
berkorban untuk terus berusaha melakukan sesuatu yang mungkin orang lain
merasa kita gila… maka yakinlah sesuatu perubahan besar bagi kita akan
terjadi, teruslah berusaha untuk hidup kita, jangan pernah
menggantungkan hidup kepada siapapun karena pasti itu ada akhirnya. Dan
ketika masa itu tiba maka kita akan hancur….
Selamat berjuang sahabatku…
Didasari dari buku JONATHAN SEAGUL karya Richard Bach..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar